Dukung SDGs 4 dan SDGs 11, Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Pentaskan “Harmoni Budaya dalam Gerak dan Nada”

Program Studi Tadris Bahasa Indonesia FITK UIN Sumatera Utara menyelenggarakan pementasan mahasiswa semester IV dengan mengusung tema “Harmoni Budaya dalam Gerak dan Nada.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 09.00 s.d. 12.00 WIB di Gedung HIAH FITK Kampus II UIN Sumatera Utara. Pementasan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Manajemen Seni Pertunjukan yang diampu oleh Saripuddin Lubis, M.Pd., praktisi dan sastrawan Sumatera Utara yang juga menjabat sebagai Ketua AGBSI (Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia) Wilayah Sumatera Utara.

Kegiatan pementasan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia FITK UIN Sumatera Utara, Rina Devianty, S.S., M.Pd. Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia. Kehadiran sivitas akademika tersebut memberikan dukungan sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan seni, sastra, dan budaya melalui proses pembelajaran.

Mengangkat tema “Harmoni Budaya dalam Gerak dan Nada”, mahasiswa menampilkan beragam pertunjukan yang merepresentasikan kekayaan budaya dan sastra Indonesia. Beberapa bentuk pertunjukan yang ditampilkan antara lain pantun, musikalisasi puisi, lagu daerah, tarian daerah, drama, serta berbagai ekspresi seni lainnya. Pementasan tersebut menjadi bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep manajemen seni pertunjukan secara teoretis, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses perencanaan, pembagian peran, latihan, pengelolaan panggung, penyusunan rangkaian acara, hingga pelaksanaan pertunjukan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berkreasi, dan bertanggung jawab dalam sebuah produksi seni. Selain itu, kegiatan juga menjadi ruang untuk memperkuat apresiasi mahasiswa terhadap kekayaan bahasa, sastra, musik, tari, dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa. Pada akhir pertunjukan, mahasiswa memperoleh komentar, apresiasi, dan evaluasi dari Ibnu Hajar, M.Pd., seorang sastrawan yang memiliki pengalaman dan perhatian khusus dalam bidang musikalisasi puisi. Ia memberikan masukan terkait berbagai aspek penampilan mahasiswa, mulai dari penghayatan, ekspresi, musikalitas, kekompakan, kreativitas, hingga penyajian karya di atas panggung. Kehadiran narasumber dari kalangan praktisi dan sastrawan turut memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Melalui evaluasi langsung dari praktisi, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai bagaimana sebuah karya seni dan sastra dipersiapkan serta ditampilkan secara menarik, komunikatif, dan bernilai estetis.

Kegiatan “Harmoni Budaya dalam Gerak dan Nada” memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education atau Pendidikan Berkualitas. Pementasan menjadi salah satu bentuk pembelajaran aktif dan kontekstual yang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta pengalaman praktis di bidang seni pertunjukan.

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs 11: Sustainable Cities and Communities, khususnya Target 11.4 tentang perlindungan dan pelestarian warisan budaya. Penampilan pantun, lagu daerah, tarian daerah, drama, dan musikalisasi puisi menjadi salah satu upaya memperkenalkan, mengapresiasi, serta melestarikan kekayaan budaya melalui keterlibatan aktif generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia FITK UIN Sumatera Utara terus mendorong terciptanya pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa. Pementasan seni menjadi sarana untuk mengintegrasikan pendidikan, kreativitas, sastra, dan pelestarian budaya sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian SDGs.