Sebagai wujud kepedulian terhadap peningkatan budaya literasi sejak dini, mahasiswa Semester IV Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), melaksanakan kegiatan CILI (Cinta Literasi) di Panti Asuhan An-Nur yang berlokasi di Jl. Kapten Muhammad Jamil Lubis Simpang Gang Apas No. 22 C pada tanggal 28 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung selama satu jam dan disambut dengan antusiasme tinggi dari para anak-anak panti. Mereka tampak sangat bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari membaca bersama hingga berani tampil membacakan cerita di depan kelas. Suasana ruangan dipenuhi dengan semangat, canda tawa, serta rasa percaya diri yang tumbuh dari dalam diri para anak-anak panti.

Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa membimbing anak-anak untuk membaca cerita secara bergiliran. Namun, karena ada beberapa anak yang belum pandai membaca, kami mengajarkan anak-anak mengeja buku cerita dan membacakan cerita kepada mereka. Setelah membaca, mereka diajak untuk menceritakan kembali isi bacaan dengan gaya mereka sendiri. Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, mahasiswa memberikan hadiah spesial kepada tiga orang siswa yang berani dan mampu membacakan kembali cerita di depan kelas dengan percaya diri dan ekspresif. Ketiganya tampil memukau dan mendapat tepuk tangan dari teman-temannya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap buku dan membaca, sekaligus melatih keterampilan berbicara, percaya diri, dan kemampuan memahami isi bacaan. Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman yang berkesan dan memotivasi anak-anak untuk terus membaca. Dengan memberikan penghargaan bagi mereka yang mampu menyampaikan cerita dengan baik, anak-anak didorong untuk tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga komunikator yang aktif. Melalui kegiatan sederhana ini, mahasiswa berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berbicara, berpikir, dan mengekspresikan gagasan secara baik. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung gerakan literasi nasional dan pembangunan karakter anak sejak usia sekolah dasar.

Para mahasiswa juga merasa mendapatkan banyak pelajaran dari interaksi langsung ini, terutama dalam mengembangkan pendekatan pengajaran yang lebih komunikatif dan kontekstual sesuai karakter peserta didik. CILI bukan sekadar kegiatan, tapi gerakan perubahan. Gerakan yang mungkin kecil, namun penuh harapan. Karena kami percaya: satu anak yang mencintai buku, bisa menjadi satu bangsa yang mencintai ilmu.
