Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Lokakarya Kosakata Bahasa Daerah Tahun 2026 pada 19–20 Agustus 2026 di Gedung Drs. Hasbi A.R., Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pendokumentasian, pemutakhiran, dan pelestarian kosakata bahasa daerah, khususnya bahasa Batak Toba dan bahasa Karo. Lokakarya tersebut diikuti oleh para verifikator bahasa daerah Batak Toba dan Karo yang berasal dari berbagai latar belakang profesi. Peserta terdiri atas pemerhati budaya Batak Toba, pemerhati budaya Karo, dosen, guru, serta pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan dan pelestarian bahasa serta budaya daerah.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Asrif, M.Hum. Dalam pembukaan tersebut disampaikan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam menjaga keberadaan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Pelibatan para verifikator dari berbagai latar belakang diharapkan dapat memperkuat proses pengumpulan dan verifikasi kosakata sehingga data bahasa daerah yang dihasilkan semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Turut memberikan sambutan Dekan FITK UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Tien Rafida, M.Hum. Dalam sambutannya, Prof. Tien Rafida menyampaikan rasa senang dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan lokakarya di lingkungan FITK UIN Sumatera Utara. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat perhatian terhadap bahasa daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga kebahasaan.
Prof. Tien Rafida juga menyampaikan apresiasinya kepada Program Studi Tadris Bahasa Indonesia FITK UIN Sumatera Utara yang terus membangun dan memperkuat kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan langkah positif dalam mengembangkan bidang pendidikan bahasa Indonesia sekaligus memberikan kontribusi terhadap pelestarian bahasa dan budaya daerah.
“Kami sangat senang dan mengapresiasi kegiatan ini. Kami juga bangga dengan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia yang terus membangun kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Kolaborasi seperti ini tentu memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan keilmuan, pendidikan, bahasa, dan budaya,” ujar Prof. Dr. Tien Rafida, M.Hum.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan lokakarya yang berfokus pada proses verifikasi kosakata bahasa daerah Batak Toba dan Karo. Kegiatan mempertemukan unsur akademisi, pendidik, pemerhati budaya, dan praktisi yang memiliki pengetahuan serta pengalaman dalam bahasa dan budaya daerah.
Keterlibatan para pemerhati budaya Batak Toba dan Karo menjadi salah satu kekuatan dalam kegiatan ini karena pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan bahasa dalam konteks budaya dapat melengkapi perspektif akademik. Dengan demikian, proses verifikasi tidak hanya mempertimbangkan aspek kebahasaan, tetapi juga konteks penggunaan kosakata dalam kehidupan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Kamis, 20 Agustus 2026. Acara penutupan turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FITK UIN Sumatera Utara, Dr. Muhammad Rifai, M.Pd. Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Rifai menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara kepada UIN Sumatera Utara sebagai tempat pelaksanaan Lokakarya Kosakata Bahasa Daerah Tahun 2026. Ia menilai penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepercayaan sekaligus peluang strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dan UIN Sumatera Utara, khususnya FITK dan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia.
“Kami turut bangga atas kepercayaan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara yang telah memilih UIN Sumatera Utara sebagai tempat pelaksanaan kegiatan lokakarya bahasa daerah tahun 2026. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat kerja sama dan kolaborasi yang telah terjalin,” ungkap Dr. Muhammad Rifai, M.Pd.
Pelaksanaan lokakarya di lingkungan perguruan tinggi juga menunjukkan bahwa upaya pelestarian bahasa daerah membutuhkan sinergi antara lembaga pemerintah, perguruan tinggi, pendidik, pemerhati budaya, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan lokakarya, tetapi dapat berlanjut melalui berbagai kegiatan penelitian, pendidikan, dokumentasi, dan pengembangan bahan pembelajaran berbasis bahasa dan budaya lokal.
Kegiatan Lokakarya Kosakata Bahasa Daerah Tahun 2026 di UIN Sumatera Utara diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendokumentasian bahasa Batak Toba dan Karo sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga keberagaman bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa. Bagi UIN Sumatera Utara, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan lembaga kebahasaan dan kebudayaan. Kolaborasi yang dibangun diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan bahasa Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga berpijak pada potensi bahasa dan budaya lokal Sumatera Utara.
Tim penyelenggara Lokakarya Kosakata Bahasa Daerah Tahun 2026 turut menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara serta Ketua Program Studi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan tempat kegiatan yang nyaman, representatif, serta mendukung kebutuhan peserta selama lokakarya berlangsung. Fasilitas yang disiapkan oleh pihak FITK dan Prodi Tadris Bahasa Indonesia turut menciptakan suasana kegiatan yang kondusif sehingga seluruh rangkaian lokakarya selama dua hari dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara dan FITK UIN Sumatera Utara. Atas dukungan tersebut, penyelenggara berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus dikembangkan dalam berbagai program berikutnya, khususnya dalam bidang pengembangan, penelitian, pemeliharaan, dan pelestarian bahasa serta budaya daerah Sumatera Utara.









