Mahasiswa semester III Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang tergabung dalam Kelompok 2 melaksanakan kegiatan CILI (Cinta Literasi) di MTsN 2 Medan, Jalan Peratun No. 3, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 1 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), melalui penguatan minat baca dan keterampilan literasi siswa.
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.10 hingga 15.20 WIB tersebut melibatkan siswa kelas VII L sebagai peserta. Program CILI dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya membaca sebagai fondasi dalam meningkatkan pengetahuan dan kualitas pendidikan. Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Kepala MTsN 2 Medan, Dra. Pesta Berampu, M.A., beserta perwakilan guru. Koordinasi ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan program agar kegiatan literasi dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar siswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi ice breaking melalui berbagai permainan dan gerakan interaktif. Aktivitas tersebut bertujuan membangun suasana yang menyenangkan, meningkatkan semangat belajar, serta menciptakan kedekatan antara mahasiswa dan siswa sebelum memasuki kegiatan literasi. Selanjutnya, mahasiswa mengajak siswa mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari membaca bersama, merangkum isi buku, hingga menceritakan kembali bacaan di hadapan teman-temannya. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa tidak hanya didorong untuk meningkatkan kebiasaan membaca, tetapi juga dilatih memahami informasi, mengembangkan kemampuan berpikir, dan menyampaikan gagasan secara lisan.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa menunjukkan semangat dalam mengikuti aktivitas membaca dan berbagi cerita. Salah seorang siswa mengungkapkan kegembiraannya karena kegiatan CILI memberikan pengalaman membaca yang menarik sekaligus membantunya lebih percaya diri untuk berbicara di depan kelas. Pelaksanaan program CILI memiliki keterkaitan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya penyediaan pendidikan inklusif, merata, dan berkualitas serta kesempatan belajar sepanjang hayat. Penguatan literasi membaca menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung tujuan tersebut karena kemampuan memahami bacaan merupakan dasar bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia UINSU turut mengambil peran dalam mendukung penguatan literasi di lingkungan sekolah. Pendekatan pembelajaran yang melibatkan membaca, merangkum, dan mengomunikasikan kembali isi bacaan menjadi upaya untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Selain memberikan manfaat bagi siswa, program CILI juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik. Melalui interaksi langsung dengan peserta didik, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam membangun komunikasi edukatif, mengelola aktivitas pembelajaran, dan menerapkan pendekatan literasi yang kreatif.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan kemampuan literasi. Keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas pembelajaran di sekolah diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap penguatan budaya membaca di kalangan generasi muda. Melalui pelaksanaan program CILI di MTsN 2 Medan, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UINSU berharap siswa semakin termotivasi untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari serta memiliki keberanian dalam menyampaikan ide dan pemikiran.
Program ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan, dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana yang bermakna. Dengan menumbuhkan kecintaan terhadap membaca, mahasiswa turut berkontribusi dalam mempersiapkan generasi yang literat, percaya diri, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat.
Menumbuhkan budaya membaca, menguatkan pendidikan berkualitas, dan membangun generasi literat untuk masa depan berkelanjutan.


