Tangerang Raya, 6 Juni 2026 — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Tangerang Raya (UNTARA) sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu pada mata kuliah Apresiasi Prosa Fiksi Indonesia dengan tema “Internalisasi Pendidikan Karakter dalam Prosa Fiksi”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet ini diikuti oleh 88 peserta yang terdiri atas mahasiswa, guru, serta masyarakat umum.
Kuliah tamu ini menghadirkan Indra Rasyid Julianto, M.Pd., dosen Tadris Bahasa Indonesia UIN Sumatera Utara, sebagai narasumber utama. Kegiatan dipandu oleh Diardana Prima Sintasari, M.Pd., dosen PBSI UNTARA selaku dosen pengampu mata kuliah, dengan moderator Carissa Salwa, mahasiswa PBSI UNTARA.
Dalam pemaparannya, Indra Rasyid Julianto menjelaskan bahwa prosa fiksi tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra yang memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada peserta didik. Melalui pengkajian tokoh, alur, konflik, dan tema dalam karya sastra, mahasiswa dapat memahami sekaligus merefleksikan berbagai nilai moral, sosial, dan kemanusiaan yang terkandung di dalamnya.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa internalisasi pendidikan karakter melalui prosa fiksi perlu dilakukan secara terstruktur melalui strategi pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar memahami isi teks, tetapi juga mampu mengkritisi dan merefleksikan nilai-nilai yang ditemukan dalam karya sastra. Pendekatan tersebut dinilai relevan dalam memperkuat integrasi antara pembelajaran sastra dan pembentukan karakter di lingkungan pendidikan tinggi.
Menurutnya, proses internalisasi nilai dapat diperkuat melalui berbagai kegiatan pembelajaran seperti diskusi interaktif, analisis kritis terhadap tokoh dan konflik, serta pembiasaan refleksi nilai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sastra tidak hanya menjadi objek kajian akademik, tetapi juga sarana edukatif yang kontekstual dan mampu menjawab tantangan pendidikan modern.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sesi tanya jawab dimanfaatkan untuk mendiskusikan berbagai strategi implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra, khususnya pada kajian prosa fiksi. Para peserta juga berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan karya sastra sebagai media pembelajaran yang mampu membangun kepekaan sosial dan karakter peserta didik.
Melalui kegiatan ini, PBSI Universitas Tangerang Raya berharap mahasiswa semakin memahami bahwa prosa fiksi bukan sekadar bahan bacaan akademik, melainkan juga media transformasi nilai yang berperan penting dalam pembentukan karakter. Kuliah tamu ini menjadi salah satu kontribusi nyata dalam pengembangan pembelajaran sastra yang berorientasi pada penguatan karakter serta peningkatan kualitas pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.




