Tim peneliti Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Tahun 2026 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumatera Utara) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai salah satu tahapan penting dalam penelitian berjudul “Pengembangan Komik Digital Berbasis Ekokritik dan Sastra Lingkungan untuk Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) bagi Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Indonesia UIN Sumatera Utara.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Aksara Kupie, Medan.
Penelitian tersebut diketuai oleh Rina Devianty, S.S., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia FITK UIN Sumatera Utara, dengan anggota peneliti Enny Nazrah Pulungan, M.Ag. Penelitian ini merupakan bagian dari program pendanaan BOPTN Tahun 2026 yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran inovatif berbasis teknologi digital untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sastra sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam sambutannya, Rina Devianty menyampaikan bahwa pengembangan komik digital berbasis ekokritik merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang dirancang agar mahasiswa lebih mudah memahami konsep sastra lingkungan melalui media yang menarik, interaktif, dan kontekstual. Menurutnya, komik digital tidak hanya berfungsi sebagai media literasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun karakter peduli lingkungan yang sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).
FGD menghadirkan para akademisi dan praktisi sebagai narasumber untuk memberikan masukan terhadap rancangan produk yang dikembangkan. Diskusi berlangsung secara aktif dengan membahas berbagai aspek, mulai dari kesesuaian materi ekokritik dan sastra lingkungan, desain visual komik, alur cerita, penggunaan bahasa yang komunikatif, hingga keterpaduan media dengan capaian pembelajaran Program Studi Tadris Bahasa Indonesia. Berbagai saran dan rekomendasi yang disampaikan peserta diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk sebelum memasuki tahap validasi ahli dan uji coba kepada mahasiswa.
Anggota peneliti, Enny Nazrah Pulungan, M.Ag., menambahkan bahwa hasil FGD akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan isi maupun tampilan komik digital sehingga mampu menjadi media pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di era digital. Selain meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa, media ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran ekologis, menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, serta mendorong mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pelaksanaan FGD ini, tim peneliti berharap produk komik digital yang dikembangkan dapat menjadi salah satu inovasi media pembelajaran di lingkungan UIN Sumatera Utara, khususnya pada Program Studi Tadris Bahasa Indonesia. Penelitian BOPTN Tahun 2026 ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran sastra yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui integrasi pendidikan lingkungan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.






