Seminar Internasional “Eksistensi Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi”

Seminar Internasional HMJ Tadris Bahasa Indonesia

Kegiatan Seminar Internasional bertemakan “Eksistensi Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi” diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Prodi Tadris Bahasa Indonesia Periode 2023-2024. Seminar Internasional ini merupakan seminar perdana yang dilakukan oleh Prodi Tadris Bahasa Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 25 Juni 2024 dimulai pukul 11.00 s.d. 16.00 WIB. Kegiatan ini dibuka oleh  Wakil Dekan Bidang Kerja sama dan Kemahasiswaan, Bapak Dr. Muhammad Rifa’i, S. Ag., M.Pd.,  ketua dan sekretaris prodi, dosen prodi, dosen tamu undangan, dan ratusan peserta seminar internasional.

Wakil Dekan III Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Dr. Muhammad Rifa’i, S. Ag., M.Pd. memberi bimbingan dan arahan sekaligus membuka kegiatan seminar internasional. Dalam arahannya tersebut, WD III mengatakan “Seminar Internasional ini merupakan seminar perdana yang dilakukan Prodi Tadris Bahasa Indonesia, saya merasa bangga dengan adanya kegiatan ini. Saya harap ke depannya Prodi Tadris Bahasa Indonesia akan mengadakan kegiatan lomba internasional seperti pembacaan puisi. Kegiatan ini bisa dilakukan secara online melalui zoom contohnya.  Saya juga menantang untuk pihak prodi mengirimkan salah satu mahasiswa maupun mahasiswinya yang berprestasi untuk mengikuti lomba internasional. Lomba internasional ini  akan dibiayai oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.” Setelah memberi kata sambutan selanjutnya WD III membuka acara kegiatan seminar internasional.

Kegiatan Seminar Internasional menghadirkan para pemateri dari dalam dan luar negeri. Adapun Pemateri pertama yaitu Bapak Edi Saputra, M.Hum. merupakan dosen dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Penyampaian materi pertama ini dimoderatori oleh Salsabila Rahma Lubis. Dalam penyampaian tersebut membahas mengenai “Pemaknaan Bahasa Indonesia dan Keterampilan Berbahasa.” Bapak Edi menyampaikan bahwa dalam bahasa pasti mempunyai makna. Untuk itu perlu kita mempunyai keterampilan dalam berbahasa Indonesia  diantaranya membaca, menulis, mendengar, dan berbicara

Selanjutnya pemateri kedua merupakan dari Balai bahasa Sumatera Utara, Dr. Rosliani, M.Hum, yang dimoderatori oleh Syahda Khairunnisa. Dalam penyampaiannya Rosliani mengatakan kita harus bangga dengan bahasa kita karena bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi sekarang ini. Selain itu, kita juga harus melestarikan bahasa daerah. Menurut kondisi vitalitas terhadap 89 bahasa daerah terdapat 25 bahasa dikategorikan aman, 19 bahasa rentan, 3 bahasa mengalami kemunduran, 25 bahasa terancam punah, 6 bahasa kritis, dan 6 bahasa punah. Menurut peta bahasa di Indonesia terdapat 718 bahasa, 778 dialek, dan 43 subdialek juga telah tersedia 228 kamus bahasa daerah. Berdasarkan situasi kebahasaan di Indonesia ditemukan 21 bahasa di Sumatera, 5 bahasa di Jawa dan Bali, 54 bahasa di Kalimantan, 57 bahasa di Sulawesi, 3 bahasa di Nusa Tenggara Barat, 72 bahasa Nusa Tenggara Timur, 78 bahasa di Maluku, dan 428 bahasa di Papua. Maka dengan itu kita harus utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.

Dan pemateri terakhir dimoderatori oleh Liza Handayani Batu bara. Pemateri ini berasal dari University Of Edinburgh, UK (UoE) beliau adalah Ahmad Syauqi, Lc., M.A. dalam penyampaiannya beliau membahas mengenai “Bahasa Indonesia sebagai alat diplomasi budaya dan politik dalam dunia Islam.” Beliau mengatakan bahwa peran bahasa dalam diplomasi budaya yaitu sebagai indentitas nasional, BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) mengajarkam bahasa Indonesia kepada penutur asing untuk menyebarkan budaya serta memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional, dan kerjasama budaya. Selain itu, bahasa sebagai jembatan diplomatik diantaranya dapat menjalin komunikasi diplomatik dan hubungan bilateral serta multilateral.  Bahasa sebagai alat penyebaran nilai yaitu nilai-nilai politik Islam moderat dan peran dalam organisasi internasional.

Dari penyampaian materi yang disampaikan oleh Ahmad Syauqi, Lc., M.A. salah satu peserta Seminar Internasional yaitu Liza Handayani Batu Bara yang merupakan mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara mengajukan pertanyaan, “Berdasarkan materi yang sudah Bapak sampaikan, saya lihat Indonesia tidak begitu signifikan dipelajari maupun dikenal dunia. Bagaimana trik dan strategi yang dapat digunakan untuk memperkenalkan bahasa Indonesia menjadi mendunia?”

Beliau menjawab, “Strategi yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan bahasa Indonesia di dunia dengan mengaitkannya pada budaya Indonesia. Salah satunya yaitu ketika kita memperkenalkan budaya Indonesia otomatis bahasa pengantar yang akan digunakan yaitu bahasa Indonesia. Dalam mengemas bahasa Indonesia harus melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.”

Pada kegiatan seminar internasional juga dibacakan pengumuman juara lomba dalam kegiatan “Festival Limbat” (lomba minat dan bakat) yang sudah dilaksanakan sebelumnya, baik secara daring maupun luring. Kegiatam seminar internasional ini berakhir pada pukul 16.00 WIB.