Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Angkatan 2024 melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Mandiri (pema) di Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2026 ini menghadirkan sejumlah program di bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama proses perkuliahan sekaligus mengambil peran secara langsung dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan pema, mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi melalui program-program yang telah disiapkan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh perangkat Desa Sekip serta tim pengabdian masyarakat dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sekip menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa di Desa Sekip. Ia berharap keberadaan mahasiswa selama pelaksanaan pema dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta terjalin hubungan yang baik antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
Sementara itu, perwakilan tim pengabdian masyarakat menyampaikan tujuan pelaksanaan pema serta program-program yang akan dilaksanakan selama mahasiswa berada di Desa Sekip. Program tersebut mencakup kegiatan pendidikan di sekolah, pembelajaran Al-Qur’an, serta kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.
Salah satu program utama pema adalah kegiatan mengajar di sekolah. Mahasiswa turut terlibat dalam proses pembelajaran dan berinteraksi secara langsung dengan para siswa. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia untuk menerapkan kompetensi yang telah diperoleh selama perkuliahan, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembelajaran bahasa Indonesia. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dalam memahami karakter peserta didik serta menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa di sekolah diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar tambahan bagi siswa sekaligus menjadi pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai calon pendidik.
Selain kegiatan di sekolah, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan mengajar mengaji di masjid. Kegiatan tersebut diikuti oleh anak-anak di lingkungan Desa Sekip dan menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan pendidikan keagamaan masyarakat. Mahasiswa mendampingi anak-anak dalam belajar membaca Al-Qur’an serta memberikan bimbingan sesuai dengan kemampuan peserta. Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif sehingga anak-anak dapat mengikuti pembelajaran dengan antusias.
Tidak hanya mengajar mengaji, mahasiswa juga melaksanakan Gerakan Tebar Al-Qur’an (GTA) sebagai salah satu program dalam rangkaian PEMA Mandiri. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Pelaksanaan pema mandiri di Desa Sekip memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari masyarakat. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam membangun komunikasi, kerja sama, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan pendidikan dan keagamaan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat selama masa pengabdian. Di sisi lain, pengalaman yang diperoleh mahasiswa diharapkan menjadi bekal dalam menjalankan peran sebagai generasi akademik yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Kegiatan pema mandiri Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Angkatan 2024 berlangsung hingga 1 Agustus 2026. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi melalui pengabdian secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat mahasiswa untuk terus hadir dan berkontribusi dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan






