Kegiatan Pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Bahasa UIN Sumatera Utara, resmi berakhir pada 8 Oktober 2025. Kegiatan ini telah dimulai sejak 14 September 2025 berlangsung dengan lancar serta penuh antusiasme.
Selama pelaksanaan, para mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia berperan sebagai pengajar muda yang mendampingi peserta asing dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. Kegiatan pelatihan ini tentu sangat bermanfaat, khususnya bagimahasiswa Prodi Tadris Bahasa Indonesia karena salah satu CPL prodi adalah menjadi pengajar BIPA. Mata kuliah terkait BIPA yang mereka pelajari selama ini, yakni Kurikulum BIPA dan Pengajaran BIPA. Dengan adanya pelatihan ini tentu sangat mendukung kompetensi para mahasiswa tersebut.
Ketua Prodi Tadris Bahasa Indonesia, sekaligus dosen pengampu mata kuliah BIPA , Ibu Rina Devianty, S.S., M.Pd. sangat mendukung kegiatan pelatihan yang diselenggaran oleh Pusat Pengembangan Bahasa UIN Sumatera Utara ini karena banyak ilmu dan pengalaman, baik teori dan praktik mengajar BIPA yang akan mereka dapat. Melalui berbagai kegiatan seperti kelas bahasa, lokakarya budaya, dan kunjungan edukatif, para peserta tidak hanya belajar tata bahasa, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan Indonesia.

Salah satu peserta pelatihan, Aldy Valent, yang juga merupakan mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga baginya. Ia mengaku awalnya merasa gugup saat harus mengajar peserta asing. Namun akhirnya merasa bangga bisa memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada mereka. Menurutnya, tantangan terbesar adalah menyesuaikan metode pengajaran agar mudah dipahami oleh peserta dengan latar belakang budaya yang berbeda. Meski begitu, ia merasa pengalaman ini menumbuhkan rasa percaya diri dan memperluas wawasannya.
Acara penutupan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta menampilkan berbagai pertunjukan seperti pembacaan puisi dan peragaan busana tradisional sebagai hasil dari pembelajaran mereka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia diharapkan semakin siap menjadi pengajar BIPAdi profesional yang mampu membawa bahasa Indonesia dikenal lebih luas di kancah internasional.
